Sulit untuk menunjukkan kondisi lalu lintas yang lancar saat jam pergi dan pulang kantor di jalan-jalan di Jakarta. Pemandangan macet terjadi di ruas jalan, tak cuma protokol (negara), tapi juga sudah menjalar sampai ke jalan provinsi dan arteri.
Biang penyebabnya dituding kapasitas jalan sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan. Setiap tahun, penjulan kendaraan terus meningkat signifikan, apalagi tahun lalu dan berlanjut sampai bulan ketiga 2011. Tapi, apa betul kendaraan jadi penyebab terjadinya kemacetan?
Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan mengatakan, industri otomotif jangan dikambing-hitamkan sebagai satu-satunya penyebab kemacetan di Indonesia khususnya, ibukota. Untuk menguraikan kemacetan pada jam-jam sibuk itu, ada empat solusi utama yang disampaikan oleh Johnny.
Pertama, traffic management menjadi solusi paling murah yang bisa dilakukan pemerintah. Lalu, penegakkan hukum yang tegas di jalan membuat pengguna jalan bisa lebih teratur.
"Dengan menggulirkan traffic management, penghematan sudah bisa dilakukan 20-30 persen dari kondisi sekarang ini. Penghematan itu seperti konsumsi bahan bakar dan waktu di jalan," tegas Johnny yang juga Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) di Ancol, Jakarta Utara, hari ini (19/4/2011).
Kedua, dari sisi pengguna jalan. Mereka harus meningkatkan disiplin dan kelayakkan berkendara. Contoh kongkretnya, pemberian surat izin mengemudi (SIM) harus diperketat sehingga yang berada di jalan benar-benar layak. Ketiga, sistem transportasi massal dengan aman, nyaman dan harga terjangkau.
"Terakhir baru penambahan infrastruktur berupa jalan baru. Kalau pemerintah tak punya dana besar bisa mengedepankan traffic management dulu, baru selanjutnya yang lain-lain," beber Johnny.
Pelaku Industri otomotif Indonesia, lanjut Johnny, siap duduk bersama dengan pemerintah daerah untuk membicarakan hal ini. "Pemerintah jangan membatasi orang beli mobil seiring perbaikan tingkat ekonomi, yang bisa dilakukan memberikan alternatif bagi masyarakat,"
info: kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar